Apa kabar bijaksana ?
Mungkin kata hati ? namun kenyataannya lisan yang tak
bertindak. Ku tak menegrti mengapa begini.
Aku bilang dalam anganku, hanya serpihan angan yang
terhempas dalam kabutan debu cinta.
Mungkin tercabik oleh siratanku ? Kamu bilang untuk aku !
Aku bilang dalam sucinya lembaran putih, hanya rongsokan
perih hati untuk tercoret.
Mungkin kamu tusuk jantung kembangku ? kamu bilang bukan aku
!
Mungkin tak suka ? kamu bilang maya !
Aku bilang nanti, bukan sekarang
Mungkin yang lain ? kamu patung keras !
Aku bilang kisah, cinta untuk awan yang taktergapai
Mungkin masih dia ? sosok sempurna indah !
Aku bilang tega, hadir untuk menemani pun bukan seumur gajah
!
Mungkin luka ? ya !
Aku bilang untuk angin, supaya menyampaikan salam rindu untuk bijak !




