DUSTA !
(R.AH)
Sepi !
Cuma bintanglah yang memancarkan kesetiaannya..!
Dalam rinai berparas polos
Menitik sejuta senduan tangis
Bukankah kamu memang ada ?
Dusta !
Parasmu ada dalam butuh sesaat..
Yang selalu mencekik panorama syahduku..
Menggapai asa dalamnya..
Tak berpancar tulus..
Tega !
(kerlip bintang..)
Menjelang Januari 13'
(As.Ro.Ha.)
Selalu teringat, entah terbayang...
Bekunya kesendirian malam...
Memaksaku ikut menjelajah jiwa...
Entahlah..
Kala hipnotis yang memuncak datang padaku...
Samapai, tak bisa ku hindari dan ku sudahi !
Aneh !
Tajam sosokmu tak bisa tertembus..
Tapi, maghnet abstrak yang mengait kuat...
Ya allah..
Dengarlah jerit batinku yang mengeras..
Sandingkan, temukan, bahkan dia tempatkan di hatiku..
Apabila waktu telah menentukanku..
Apabila ridhlo datang untukku..
Apabila Engkau berkehendak..
Bayang malam Desember, awal Januari !
(a,r...kerlip bintang)
Dunia dan Cintaku
(Ro.As.H.)
Cintaku memang benar berirama...
Tak ada hentinya melantunkan eloknya nada...
Bersimfoni dengan lembut...
Berdansa penuh keserasian...
Tak akan terpisahkan...
Walau nada mulai digerogoti usangnya lirik...
Cinta seerat rantai yang penuh dengan karat...
Tak bisa dipecah oleh hantaman ombak...
Bersih tanpa baluran emosi...
Namun detik selalu mengusik...
Diiringi hari yang mengejar esoknya waktu...
Bukan mintaku tuk hilangkan cepatnya waktu...
Takdir yang berganti...
Terus menyelimuti tuk hilangkan hipotermia...
Bingung harus memilih yang mana...
Tapi usiaku mulai matang...
Cita mimpiku harus bisa ku genggam...
Namun cinta suciku tak akan bisa kulepaskan...
Aku harus bisa menggapai semuanya...
Menit dan bulan harus bisa jadi satu...
Inilah cita cintaku...
Telah siap menghampiriku...
Dengan kebahagiaan yang merasukiku..
Karena jam dan tahun telah saling mencinta...
(kerlip bintang...)
Ampunkanlah
(Rosyiida Asa .H.)
Senandung
kalbu suci juga mampu ternodai oleh cinta
Namun,
langit mendung tetap mampu tersenyum
Kini
telah berusaha menjadi butiran mutiara suci
Ternyata
selama ini aku telah menusuk diriku sendiri
Telah
aku nodai hati suciku ini
Mengapa
aku baru sadar ?
Tuhan...
Ampunkanlah
kehinaanku ini
Lunturkanlah
semua limbah hina di hidupku
Jadikanlah
aku sebagai manusia yang kembali suci
Walaupun
telah aku lepas separoh hati ini
Telah
aku patahkan sayap cintaku sendiri yang amat besar
Tapi,
taukah kamu ?
Sangatlah
berat untuk melepasmu dari hati ini
Karena
kau adalah yang pertama di hati
Namun,
aku benar – benar sadar dari lubuk yang terdalam
Semuanya
telah membuat aku seperti rongsokan yang tak berguna !
Tuhan...
Bersihkanlah
noda kehinaan ini
Walaupun
sampai nyawaku telah melayang
Aku
rela Tuhan..
Agar
hina ini segera lenyap dan sirna
(kerlip bintang..)
Terima kasih, Pujangga..?
(rosyii)
Mungkinkah....?
Bahkan pena tak mampu tuk bergemulai
Beranjakpun tak elok ku raih
Tapi...
Linangan tinta ini kan terus teralir
Karena ingin jadi muda berapi - api
Biarlah...
Walaupun ku tak tau raga pena ini berlinangan air mata tawa
Taakk...aku tak malu !
Kan terus ku kejar bintang
Hingga sampai di rembulan
Bahkan di matahari yang berufuk
Biarkan hatiku menyala bak surya padang
Namun...
Kini sadar yang telah mengembun
Petang tetap menyapa dengan senyum
Fine ! kubalas senyummu yang penuh makna itu
Karena ku lihat sosok pijar jelas dari sana
Dan ku tau, itu hatimu!
Yang mengobarkan api semangat...
(kerlip bintang...)
Hanya Lirih
by: R.A.H
Angin malam berhembus
Senandung lirih menyapa
Terbisik namamu ditelingaku
Ku ratapi kesendirianku ini
Ku menangis mengenang dirimu
Segala kenangan tentangmu
Ku menjerit memanggilmu
Namun, aku sadar ini hanya lirih
Dirimu tak akan kembali
Kalaupun itu terjadi
Itu semua hanya mimpi belaka
Kekasihku, adakah kau mengerti
Aku sangat merindukanmu
Aku ingin kau kembali seperti dulu
Saat ruhmu masih di jiwamu
by: R.A.H
![]() |
Senandung lirih menyapa
Terbisik namamu ditelingaku
Ku ratapi kesendirianku ini
Ku menangis mengenang dirimu
Segala kenangan tentangmu
Ku menjerit memanggilmu
Namun, aku sadar ini hanya lirih
Dirimu tak akan kembali
Kalaupun itu terjadi
Itu semua hanya mimpi belaka
Kekasihku, adakah kau mengerti
Aku sangat merindukanmu
Aku ingin kau kembali seperti dulu
Saat ruhmu masih di jiwamu
(kerlip bintang)




