0
Comments
Bolehkan aku merindu, ar ?
Bolehkah kata - kata itu muncul kembali ? RINDU ! entah untuk apa kata itu muncul kembali. Makin sedih ? Kata itu memang pekat dengan segala kegelisahan. Dengan sejuta harapan untuk terlaksana hal yang tidak terungkap, bahkan sampai terucap kata rindu untuk kesekian kali. Siapa sih kamu ? berani sekali selalu datang dalam otakku ? Berani datang namun tak kunjung datang ! Pantaskah hal tersebut ? Berani sekali selalu mengirim bayang yang semu ! Lantas, dengan kata itu apa untuk diratapi ? sedikitnya memang IYA ! meratapi tanpa beban hanya untuk seorang yang selalu dalam benak, yang selalu ada di dalam hati. Tega ! mungkin memang iya, namun itulah siklus ini muncul, siklus percintaan anak cucu adam dan hawa yang kian hari membakar hati yang semakin lebar rasa rindu ini. Lalu untuk siapa ? Untuk dia yang selalu di hati ! Sudahlah, dia juga tidak akan hadir begitu saja dengan ratapan tanpa dosa itu ! haha lucu sekali, dia hanya membebani setiap langkah, karena rindu selalu membarakan hati, dengan hati yang semakin terbakar akan semakin habis dan hilang, rela ? menghabiskan detik untuk itu ? TIDAK ! itulah yang bijak, harus bisa melawan untuk sekian kali, harus bisa berperang untuk kesekian kali, harus kuat untuk kesekian kali ! ya, memang benar ! RINDU hanyalah virus cinta, yang selalu hadir tapi tak bisa menemukan solusi karena dia tak kunjung datang, hanya harapan. Tak apalah, dengan rindu menjadikan hati yang terbakar berusaha kembali membasahinya meski dengan air mata...ar ! 12-11-15




