Bolehkah kata - kata itu muncul kembali ? RINDU ! entah untuk apa kata itu muncul kembali. Makin sedih ? Kata itu memang pekat dengan segala kegelisahan. Dengan sejuta harapan untuk terlaksana hal yang tidak terungkap, bahkan sampai terucap kata rindu untuk kesekian kali. Siapa sih kamu ? berani sekali selalu datang dalam otakku ? Berani datang namun tak kunjung datang ! Pantaskah hal tersebut ? Berani sekali selalu mengirim bayang yang semu ! Lantas, dengan kata itu apa untuk diratapi ? sedikitnya memang IYA ! meratapi tanpa beban hanya untuk seorang yang selalu dalam benak, yang selalu ada di dalam hati. Tega ! mungkin memang iya, namun itulah siklus ini muncul, siklus percintaan anak cucu adam dan hawa yang kian hari membakar hati yang semakin lebar rasa rindu ini. Lalu untuk siapa ? Untuk dia yang selalu di hati ! Sudahlah, dia juga tidak akan hadir begitu saja dengan ratapan tanpa dosa itu ! haha lucu sekali, dia hanya membebani setiap langkah, karena rindu selalu membarakan hati, dengan hati yang semakin terbakar akan semakin habis dan hilang, rela ? menghabiskan detik untuk itu ? TIDAK ! itulah yang bijak, harus bisa melawan untuk sekian kali, harus bisa berperang untuk kesekian kali, harus kuat untuk kesekian kali ! ya, memang benar ! RINDU hanyalah virus cinta, yang selalu hadir tapi tak bisa menemukan solusi karena dia tak kunjung datang, hanya harapan. Tak apalah, dengan rindu menjadikan hati yang terbakar berusaha kembali membasahinya meski dengan air mata...ar ! 12-11-15
0
Comments
Bolehkan aku merindu, ar ?
Bolehkah kata - kata itu muncul kembali ? RINDU ! entah untuk apa kata itu muncul kembali. Makin sedih ? Kata itu memang pekat dengan segala kegelisahan. Dengan sejuta harapan untuk terlaksana hal yang tidak terungkap, bahkan sampai terucap kata rindu untuk kesekian kali. Siapa sih kamu ? berani sekali selalu datang dalam otakku ? Berani datang namun tak kunjung datang ! Pantaskah hal tersebut ? Berani sekali selalu mengirim bayang yang semu ! Lantas, dengan kata itu apa untuk diratapi ? sedikitnya memang IYA ! meratapi tanpa beban hanya untuk seorang yang selalu dalam benak, yang selalu ada di dalam hati. Tega ! mungkin memang iya, namun itulah siklus ini muncul, siklus percintaan anak cucu adam dan hawa yang kian hari membakar hati yang semakin lebar rasa rindu ini. Lalu untuk siapa ? Untuk dia yang selalu di hati ! Sudahlah, dia juga tidak akan hadir begitu saja dengan ratapan tanpa dosa itu ! haha lucu sekali, dia hanya membebani setiap langkah, karena rindu selalu membarakan hati, dengan hati yang semakin terbakar akan semakin habis dan hilang, rela ? menghabiskan detik untuk itu ? TIDAK ! itulah yang bijak, harus bisa melawan untuk sekian kali, harus bisa berperang untuk kesekian kali, harus kuat untuk kesekian kali ! ya, memang benar ! RINDU hanyalah virus cinta, yang selalu hadir tapi tak bisa menemukan solusi karena dia tak kunjung datang, hanya harapan. Tak apalah, dengan rindu menjadikan hati yang terbakar berusaha kembali membasahinya meski dengan air mata...ar ! 12-11-15
BAHASA INDONESIA,
Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh kelompok sosial untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan mengidentifikasi diri.
Fungsi Bahasa :
q Komunikasi
q Interaksi Sosial
q Ekspresi
q Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
q Filologi
Sejarah Bahasa Indonesia :
(Sebelum Kemerdekaan)
•Bahasa Indonesia merupakan salah satu dialek bahasa Melayu (abad ke-7)
•Bahasa Melayu tetap digunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua franca)
•Bahasa Melayu tersebut diubah namanya menjadi bahasa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928
•Bahasa Indonesia berkembang baik pada masa pendudukan Jepang
(Sesudah Kemerdekaan)
•Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa negara (18 Agustus 1945)
•Ejaan Republik diresmikan (1947)
•Kongres Bahasa Indonesia II (1954)
•EYD diresmikan (1972)
•Kongres Bahasa Indonesia III (1978)
•Kongres Bahasa Indonesia IV (1983)
Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
(Sebagai bahasa nasional)
•Lambang kebanggaan bangsa
•Lambang identitas nasional
•Alat pemersatu berbagai suku bangsa yang mempunyai latar belakang sosbud dan bahasa masing-masing
•Alat perhubungan antardaerah, antarwarga, dan antarbudaya
(Sebagai bahasa negara)
•Bahasa resmi kenegaraan
•Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
•Alat perhubungan di tingkat nasional untuk kepentingan pembangunan dan pemerintahan
•Alat pengembang kebudayaan, iptek, dan teknologi
Cintaku Jatuh Bersama Angin
Hembusan angin yang melambai, sampai sepoi menggerakkan sehelai hijabku.
Teduh, menyejukkan hati bak sanubariku yang kosong.
Entah cinta yang tiba – tiba hadir dalam benak tak di undang tapi yang pasti tetap diinginkan.
Konyol !
cinta ini seperti angin di tapak laut, yang berhembus kencang tanpa batas, sampai aku hilang akal untuk mencari jati diriku.
Mungkin aku tak menyalahkan angin, karena setia pada hembusan.
Mungkin aku juga tak menyalahkan cinta, sosok abstrak yang begitu tiba – tiba datang dalam hati yang bisa untuk kabur setiap waktupun meski tak diminta.
Entah cinta yang tiba – tiba hadir dalam benak tak di undang tapi yang pasti tetap diinginkan.
Konyol !
cinta ini seperti angin di tapak laut, yang berhembus kencang tanpa batas, sampai aku hilang akal untuk mencari jati diriku.
Mungkin aku tak menyalahkan angin, karena setia pada hembusan.
Mungkin aku juga tak menyalahkan cinta, sosok abstrak yang begitu tiba – tiba datang dalam hati yang bisa untuk kabur setiap waktupun meski tak diminta.






