Cintaku Jatuh Bersama Angin


Hembusan angin yang melambai, sampai sepoi menggerakkan sehelai hijabku.
Teduh, menyejukkan hati bak sanubariku yang kosong.
Entah cinta yang tiba – tiba hadir dalam benak tak di undang tapi yang pasti tetap diinginkan.
Konyol !
cinta ini seperti angin di tapak laut, yang berhembus kencang tanpa batas, sampai aku hilang akal untuk mencari jati diriku.
Mungkin aku tak menyalahkan angin, karena setia pada hembusan.
Mungkin aku juga tak menyalahkan cinta, sosok abstrak yang begitu tiba – tiba datang dalam hati yang bisa untuk kabur setiap waktupun meski tak diminta.

Beginilah cintaku, angan yang melambung bersama hujatan janji yang ternyata tak pasti ! sampai seisi sanubari tertumpah hanya untuk sang raja hati.
Tega… mungkin itu yang bisa terhela dalam nafas, tapi bersyukur dalam sedalam aku mencinta, karena dengan cinta yang jatuh ini menyelamatkanku dari segerumbulan virus yang mungkin justru akan menggrogoti hatiku.
Biarlah… meski semanis gula suara itu dilantunkan, tapi hati tak bisa begitu saja untuk amnesia.
Biarlah… mungkin kini hati menjadi kuat bahkan sekuat karang tapi mungkin yang akhirnya akan berkarat juga, karena memang hati ini bukan besi.
Aku bukanlah putri yang jatuh dari kayangan, bak sempurna tuk dampingi yang sesuai keinginan sang kuasa rumahmu.
Aku memang hanya lapak beralaskan jerami, yang tak bagus bagimu !
Tapi tahukan kamu ? didalam jerami itu tersimpan hangat rasa penuh cinta yang tak akan ada habisnya meskipun jerami itu dihayutkan dalam laut yang akhirnya lapaknya pun tenggelam….
R.I.P 21MAR'

0 komentar:

Posting Komentar

 
Diberdayakan oleh Blogger.
Tiny Rainbow

Followers

Cari Blog Ini

My Blog List

time

Flag Counter