Cintaku Jatuh Bersama Angin
Hembusan angin yang melambai, sampai sepoi menggerakkan sehelai hijabku.
Teduh, menyejukkan hati bak sanubariku yang kosong.
Entah cinta yang tiba – tiba hadir dalam benak tak di undang tapi yang pasti tetap diinginkan.
Konyol !
cinta ini seperti angin di tapak laut, yang berhembus kencang tanpa batas, sampai aku hilang akal untuk mencari jati diriku.
Mungkin aku tak menyalahkan angin, karena setia pada hembusan.
Mungkin aku juga tak menyalahkan cinta, sosok abstrak yang begitu tiba – tiba datang dalam hati yang bisa untuk kabur setiap waktupun meski tak diminta.
Entah cinta yang tiba – tiba hadir dalam benak tak di undang tapi yang pasti tetap diinginkan.
Konyol !
cinta ini seperti angin di tapak laut, yang berhembus kencang tanpa batas, sampai aku hilang akal untuk mencari jati diriku.
Mungkin aku tak menyalahkan angin, karena setia pada hembusan.
Mungkin aku juga tak menyalahkan cinta, sosok abstrak yang begitu tiba – tiba datang dalam hati yang bisa untuk kabur setiap waktupun meski tak diminta.





