Sajak Di Ujung Rimba Jawi !


Sastra Jawa Kuno atau seringkali dieja sebagai Sastra Jawa Kuna meliputi sastra yang ditulis dalam bahasa Jawa Kuna pada periode kurang-lebih ditulis dari abad ke-9 sampai abad ke-14 Masehi, dimulai dengan Prasasti Sukabumi. Karya sastra ini ditulis baik dalam bentuk prosa (gancaran) maupun puisi (kakawin). Karya-karya ini mencakup genre seperti sajak wiracarita, undang-undang hukum, kronik (babad), dan kitab-kitab keagamaan. Sastra Jawa Kuno diwariskan dalam bentuk manuskrip dan prasasti. Manuskrip-manuskrip yang memuat teks Jawa Kuno jumlahnya sampai ribuan sementara prasasti-prasasti ada puluhan dan bahkan ratusan jumlahnya. Meski di sini harus diberi catatan bahwa tidak semua prasasti memuat teks kesusastraan.

Intinya Galau ! SASTRA ?



Galau, kenapa sih selalu menggenang di otak !
Galau, kenapa sih selalu membayangi panca !
Galau, kenapa sih GALAU selalu hadir ?
hmm....
Ya iyalah selalu hadir. wong ya hidup, mustahil baget hidup tanpa galau. Anehnya dengan fikiran kacau, sumpek, bingung, dan intinya "galau" justru memicu kita untuk berpuitis - puitis ria. Memang nggak semua orang sih yang seperti itu, kan kebanyakan. Beginilah kehidupan...
Dengan lenggak - lenggoknya pena memutar untuk menggeliakkan kata demi kata secuil amarah ataupun emosi yang muncul sekan tak sadar dengan yang telah kita tulis termsuk ke dalam sastra.
Ya, itulah sastra. Abstrak, namun indah juga bisa untuk apapun. Nah, setelah kita sadar dengan emosi yang stabil ketika kita mencoba untuk membaca karya tidak sengaja kita tadi, ternyata lumayan juga..
Nah, biasanya kita jadi demen tuh bikin sajak ataupun sastra yang lainnya. Namun ada juga setelah galau hilang akan mencoba membikin sajak ataupun sastra lainnya tidak bisa, dan apabila memaksa, hasilnya pun jelek. Itu bagi kita individu, padahal sastra itu tidak ada yang jelek ataupun buruk. Setiap kata yang terukir memiliki makna tersendiri, entah tersirat ataupun tidak.
Lebih jelasnya, yuuk lebih mempelajari sastra supaya kita lebih lihai dan maknanya pun semakin terlihat.
Kesmpulannya, galau itu bisa mempengaruhi kelihaian sastra kita. Semangaaatt !!
Lebih atur emosi, agar psikologi kita juga teratur, sehingga lebih mudah untuk mencerna sastra demi sastra..  


 
Diberdayakan oleh Blogger.
Tiny Rainbow

Followers

Cari Blog Ini

My Blog List

time

Flag Counter