Teropong Hidup...



ketika kau ingin memberi seluruh ketulusanmu dan kau dapati kenyataan tak seindah mimpi, itu tak masalah. karena ketulusan adalah air yang mencuci segala prasangka.
ketika kau ingin mengeluarkan seluruh tenaga dan potensi dalam dirimu dan ternyata sekitarmu tidak memberi apresiasi, itu juga tak masalah. karena sungguh, Tuhan tahu, seluruh usaha dan peluh yg kita keluarkan akan tercatat sebagai tabungan kita kelak di kehidupan setelah kematian.
ketika kau telah mempersiapkan hatimu untuk menghadapi segala tantangan, dan kau malah dibelai oleh kenyamanan, tetaplah ingat, untuk apa kau, aku, kita, memutuskan untuk mengambil jalan ini.
pun ketika kau melambungkan berbagai harapan setinggi langit dan kau terbentur oleh atap, atap itu tetap akan bisa menjadi pijakan untuk menggapai langit.
teringat kata-kata seorang bapak pagi ini, cerahnya memang tak langsung terlihat, butuh proses yg panjang. tapi percayalah : setelah fase tergelap malam yg selalu terasa menjemukan, akan muncul matahari terbit nan terang.
Semoga 1 tahun kedepan, kita bisa melakukan yg terbaik sampai matahari terbit itu datang  *bersiap untuk besok

Se-sederhana Mungkin ..
bertemu denganmu adalah takdir bagiku
berteman denganmu adalah pilihan bagiku
bersahabat denganmu adalah hadiah istimewa bagiku

aku ingin menjadi sahabat yang sederhana buatmu
se-sederhana matahari di pagi hari yang menyinari bumi
se-sederhana rembulan dengan keteduhan sinarnya
se-sederhana angin yang berhembus menyejukkan jiwa
se-sederhana hujan yang membasahi rerumputan

aku tidak ingin menjadi yang istimewa buatmu
seperti raja dengan segala dayang-dayangnya
seperti jendral dengan segala tentaranya
seperti presiden dengan segala jajarannya

aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu

semudah kita dipertemukan dengan cara-Nya
semudah kita berbicara tentang banyak hal
semudah kita bertatap muka untuk melepas rindu
semudah kita berpegangan tangan dan berlari untuk merasakan ke-Agungan-Nya
semudah kita saling memberikan kepercayaan dan menjaganya

aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu

semudah kita bertengkar dan merebutkan sesuatu
semudah kita menangis dan mengalah (mendahulukan sahabatnya)
semudah kita melepaskan untuk saling menguatkan
semudah kita menyembunyikan rasa sakit hati untuk kebahagiaan sahabatnya
semudah kita mendahulukan ego untuk sebuah rasa atau logika

aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu

seperti pertemuan kita..
seperti perpisahan kita..
seperti goresan kisah yang telah kita lalui bersama..
seperti kenangan yang tiada bosan untuk tetap tinggal..

aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu

seperti nasehat yang mengiringi curahan hati
seperti piutang yang menjadi sebuah “budi”
seperti teladan yang mempengaruhi perubahan diri
seperti tangisan yang menyayat hati

kita..
adalah sebuah kisah yang belum sampai pada cerita akhirnya
adalah perjalanan waktu yang dipisahkan oleh jalan kisah-Nya
adalah sebuah pulau yang siap untuk dikunjungi namun tidak dikotori
adalah sekuntum bunga yang tidak mekar merekah dengan sendiri

kamu..
adalah bagian dari proses pencarian jati diri
adalah puzzle kehidupanku, jika tanpamu maka tak akan pernah menjadi lengkap
adalah lukisan yang belum usai dengan segala warnamu diatas kanvas diri
adalah kehangatan dan kenyamanan dalam setiap pelukan lembutmu

aku..
adalah orang yang Allah kirimkan untuk bertemu dan menjalin kisah denganmu
adalah orang yang ingin mengingatimu dalam kesederhanaan
adalah orang yang peduli dan tak lepas mendo’akan kebaikan untukmu
adalah orang yang sederhana untuk menuliskan tulisan yang sederhana ini..

sahabat..
maukah kamu berbagi kasih denganku?
maukah kamu menyebut namaku dalam untaian doamu?
maukah kamu mengingatku dengan sederhana?

walau..
entah sedalam apa dan bagaimana kamu menyimpan rasa kesal dan benci padaku?
entah bagaimana kamu dapat memaafkan segala khilaf dan salahku?
entah sejauh dan sedalam apa kamu mengenalku..
entah sebesar apa pengorbanan dan rasa sayang yang telah kamu lakukan dan berikan untukku..
entah kapan, dimana, dan dengan cara apa (mungkin) kita akan dipertemukannya kembali…



Mengucapkan 'Terima Kasih' tidak akan menurunkan harga diri. Pun 'Maaf' bisa jadi obat sebuah hati. 2 kata nan simpel tapi besar pengaruhnya. (Ibu)

Mengapa mesti takut kehabisan jalan? Galilah akal karena masih ada banyak sekali peluang. Seperti perbanyak rempah bila kau kehabisan garam. Atau mainkan Bb bila masih sulit bereksperimen di A#. 
Toh, setiap benua memiliki tempat bernama Roma. 

Untukmu, yang selalu optimis  
#notetomyself

Begitulah Amak. Di saat hatiku rusuh dan nyeri, dia selalu datang dengan sepotong senyum yang sanggup merawat hatiku yang buncah. Senyumnya adalah obat yang sejuk.

Can't do something right #lalunyanyi ~what will you do when your good isn't good enough~ lalalala...
Saatnya idealisme tidak perlu lagi dikompromi, tapi dituangkan dalam tulisan

0 komentar:

Posting Komentar

 
Diberdayakan oleh Blogger.
Tiny Rainbow

Followers

Cari Blog Ini

My Blog List

time

Flag Counter